(Selasa, 18/112025) Bertepatan dengan Milad Muhammadiyah Ke-113 dan Hari Jadi Karanganyar Ke-108, SDIT Jumapolo melaksanakan upacara sebagai peringatan 2 Kejadian Besar tersebut, pada kegiatan kali ini upacara diikuti oleh seluruh siswa beserta guru karyawan SDIT Jumapolo dan Bapak Sriyadi, S.Si selaku Kepala Sekolah sebagai Pembina upacaranya, pada kesempatan tersebut bapak Sriyadi menyampaikan amanat sebagai berikut.
Pertama, 113 Tahun yang lalu ditahun 1912 KH. Ahmad Dahlan melakukan pemurnian agama Islam, salah satu cara beliau yang dapat kita pelajari adalah melakukan Pendidikan dengan sasaranya adalah anak muda terutama 12 teman dan saudaranya, sasaran Pendidikannya adalah para pemuda generasi penerus bangsa karena para pemudalah yang akan melakukan perubahan besar yang akan menentukan nasib sebuah bangsa, termasuk masa depan bangsa ini juga akan tergantung dengan peserta didik SDIT Jumapolo semuanya.

Yang Kedua, kita juga memperingati hari jadi Kabupaten Karanganyar, Nyi Ageng Karang juga melakukan Pendidikan pada saat itu kepada para pejuang dengan menerapkan filosofi “Jenang Bekatul” yang dididik pertama kali adalah para pemuda terlabih dahulu, karena pada saat itu para pemudalah yang mengusir penjajah Belanda karena yang menjadi motor penggerak yang menjadi garda terdepan adalah para pemuda, jadi dari hal tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa kita sebagai siswa harus belajar dengan sungguh-sungguh, tidak leha-leha, tidak terlalu banyak bermain-main, karena masa depan bangsa ada di tangan kita.
Kita ingat sebuah hadist “Man araadaddunyaa fa’alaihi bil ‘ilmi waman araadal akhirata fa’alaihi bil ‘ilmi waman aradahumaa fa’alaihi bil ‘ilmi” yang artinya “Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu.” (HR Ahmad).
